Beberapa hari ini aku sering memperhatikan gerak – gerik seseorang dalam melakukan hal yang menjadikan orang itu sukses. Memperhatikan seorang pemain tennis yang sukses ketika sedang bermain tennis. Memperhatikan seorang penulis yang sukses ketika sedang menulis. Memperhatikan seorang fotografer yang sukses ketika sedang berkarya. Bahkan sampai memperhatikan seorang tukang gado – gado yang begitu suksesnya, sampai ada orang datang dari Surabaya ke Jakarta dan tidak mau pulang sebelum makan gado – gadonya.
Memperhatikan gerak – gerik orang – orang seperti ini membuat saya jadi yakin, bahwa orang yang sukses pasti memiliki semacam “irama” gerakan yang terjadi karena kebiasaan. Sehingga saya akhirnya meyakini bahwa gerakan menuju sukses itu bisa dilatih.
Tapi satu hal yang penting… bukan untuk ditiru.
Melatih gerakan sukses bukan meniru gerakan sukses orang lain. Saya yakin setiap orang pasti memiliki gerakan suksesnya masing – masing. Setiap orang pasti memiliki iramanya masing – masing.
Tinggal bagaimana kita bisa menemukan irama kita. Kemudian bagaimana kita bisa melatih irama itu, sehingga akhirnya kita menjadi terbiasa dengan irama itu. Dan dengan irama dan gerakan itulah kita kemudian meraih sukses. Jawabannya sederhana… komitment dan konsistensi.
Itu sebabnya saya kini mencoba menghubungkan pemahaman ini dengan musik disko. Musik jenis ini memiliki repetisi yang jumlahnya sangat banyak. Menikmati musik disko bukanlah dengan teori musik atau dengan kepekaan kita terhadap nada, tapi dengan membuat musik itu lama – lama menyatu dengan irama diri kita. Itu yang membuat seseorang lama kelamaan pasti akan bergerak mengikuti irama musik disko. Rasanya aneh sekali bila seseorang terdiam pada saat mendengarkan musik berirama disko.
Tapi jangan menganggap semua orang akan bergerak sesuai dengan musik yang kita dengarkan. Itulah yang aku sebut dengan gerak – gerik seseorang yang tidak pada tempatnya. Mereka ini bukan orang sukses yang saya maksud. Orang sukses yang saya maksudkan adalah orang yang benar – benar mengerti apa “musiknya” dan apa “geraknya”. Tentu ini menjadi ruang penilaian masing – masing. Tapi saya akan simpulkan bahwa kita sebagai penonton akan selalu sama dalam hal penilaian gerak – gerik seseorang yang sesuai dengan “musiknya”. Artinya seseorang yang berirama dengan kesuksesan itu.
Dalam perjalanan saya mendalami beberapa hal di dunia ini, yang saya sering luput adalah melatih irama dalam kegiatan tersebut. Ada irama dalam setiap kegiatan, dan bila kita bisa menikmati irama tersebut, apalagi kemudian mengikuti irama kita dengan gerakan kita, maka kita sedang dalam perjalanan menuju sukses.
Siapa sih di dunia ini yang tidak ingin sukses?
Tapi berapa banyak orang sukses di dunia ini?
Saya tidak menyebut diri saya sebagai orang sukses, karena memang bukan tugas saya untuk menilai kesuksesan saya. Tapi sejak saya menyukai banyak hal di dunia ini, tidak pernah saya lewatkan hari untuk menginginkan kesuksesan dalam setiap hal yang saya sukai. Apakah itu salah? Tidak sama sekali bagi saya!
Setiap orang berhak untuk bahagia, dan setiap orang pasti berhak untuk menyukai banyak hal. Dan apa yang ditakuti oleh orang yang menyukai banyak hal adalah kesuksesan dalam menyukai banyak hal yang disukai itu. Kita takut untuk gagal, kita takut untuk tidak sukses dalam menjalani banyak hal yang kita sukai. Tapi bagi saya hal itu sebenarnya tidak benar untuk kita takuti. Cukup kita pahami…. bahwa kita bisa menyukai musik lebih dari satu, bahkan kita tidak salah untuk menyukai jenis musik sebanyak – banyaknya. Dan tentu kita tidak salah untuk menguasai gerakan dari irama tiap jenis musik yang berbeda – beda tersebut. Yang salah adalah mendengarkan 2 atau lebih musik yang berbeda secara bersamaan. Tidak ada seseorang yang bisa menekuni irama dan gerakan dari musik yang bertubrukan bukan?
Jadi, apa yang salah dengan menjadi sukses di banyak hal? Karena itu mustahil? Tidak bagiku, karena kita cukup mencari gerakan kita terhadap irama dari hal yang kita sedang jalani, dan bila kita sudah menemukan irama tersebut dan melatihnya terus menerus, kita akan menuju ke tingkat sukses tersebut, dan itu bukan dari penilaian kita, melainkan orang lain yang menikmati kita yang sedang “berdansa” terhadap hal yang kita sukai tersebut. Itulah sukses bagi diriku, dan itulah gerak – geriknya.